Mekanisasi mobil listrik, dari magnet hingga AC-DC

Gaspoll
By -
0

Apakah kendaraan bertenaga listrik lebih aman dari kendaraan berbahan bakar minyak? Bila mengambil kata 'lebih' kemungkinan ya. Namun dengan syarat dan ketentuan berlaku pastinya. Kita sering dikuatirkan oleh kejadian mobil terbakar, akibat kebocoran bahan bakar minyak yang bereaksi dengan kelistrikan. Sehingga dengan kendaraan listrik, maka satu faktor pencetus bahaya telah menghilang, yakni tidak adanya bahan bakar minyak. Namun bukan tak mungkin terjadi juga kebakaran bila kita salah penanganan. Nah supaya tidak salah penanganan, mari kita pahami dasar kerja kendaraan listrik.

Bagaimana cara kendaraan bertenaga listrik bekerja? Terutama dalam hal menjalankan as roda sehingga kendaraan bisa melaju. Bila pada mesin berbahan bakar minya, mekanisasi percepatan dilakukan oleh pembakaran internal (internal combustion), pada mobil listrik, menggunakan konsep kutub magnet.

Seperti kita ketahui, ada dua kutub magnet yakni kutub utara dan selatan. Sebuah batang magnet memiliki kutub utara dan selatan di setiap ujung sisinya. Katakanlah, kutub utara adalah kepalanya dan kutub selatan adalah kakinya. Kemudian bila ada dua batang magnet dan kita hadapkan kutub-kutubnya satu sama lain, maka batang magnet yang memiliki kutub utara (kepala) akan menolak batang magnet juga menghadapkan kepalanya. 

Namun sebaliknya, bila batang magnetnya di kutub selatan (kaki), maka dia akan menempel dengan batang magnet yang di sisi kepala. Artinya, kutub magnet yang sama akan saling tolak menolak dan yang berbeda akan saling tarik menarik. Dan bila dari dua buah batang magnet, salah satu batang magnet kita bolak-balikkan kutubnya, maka dia akan membuat batang magnet yang satu lagi maju mundur karena adanya tarik ulur dari kutub magnet. 


Foto: News18.com


Gerakan maju mundur batang magnet tersebut, bila hanya ditempatkan di bidang datar, hanya akan terjadi maju mundur. Namun bila diterapkan pada poros putar, maka akan terjadi perputaran. Inilah yang disebut dengan sistem dinamo, yakni sistem rotor dan stator. Stator adalah poros putar (sifatnya diam), sedangkan rotor adalah komponen yang berputar oleh sistem magnet bolak balik tersebut. Nah, sistem magnet bolak balik inilah yang disebut alternatif current (AC) untuk menghasilkan tenaga.

Namun untuk menyebabkan terjadinya mekanisasi AC untuk mendukung sistem dinamo tersebut, diperlukan aliran listrik utama dari pemberi daya yang tak lain adalah baterai DC (direct current). Maka di dalam kendaraan bertenaga listrik, ada satu komponen sangat penting yang bertugas mengubah arus DC menjadi AC supaya bisa memutar roda. 

Dari mekanisasi itulah (konsep magnetik, permodelan dinamo, dan sistematika AC-DC) akhirnya kendaraan listrik bisa berjalan dan mengerem. Karena sistem pengereman kendaraan listrik juga akan memengaruhi mekanisasi tersebut. Sehingga secara eksternalisasi, kendaraan listrik memerlukan pengisi daya (charger) dan secara internal memerlukan penyesuai AC-DC. Maka untuk menjaga keawetan kendaraan dan keselamatannya, perhatikan cara mengisi daya supaya tidak salah dan cara merawat kompnen penting lainnya.

Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!